Sunday, September 24, 2006

Bincang-bincang dengan Marim Purba: ‘Saya sudah lama Tak Bertemu Kurnia’

Mantan Walikota Pematangsiantar, Marim Purba (MP) saat ini sedang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Pematangsiantar, menjalani hukuman atas dakwaan mark-up pembangunna kios darurat Pasar Horas. Walaupun dalam persidangan tidak terbukti dan diputus bebas murni oleh PN Siantar, tapi Jaksa melakukan kasasi. Hampir 2,5 tahun kemudian MP datang sendiri ke LP, beberapa jam sebelum salinan putusan resmi turun dari Jakarta untuk menjalani putusan Mahkamah Agung yang memutuskan 2 tahun penjara.

Tak lama setelah itu, mantan Walikota Pematangsiantar Kurnia Saragih (KS) yang menjabat sebagai pelaksana tugas Walikota pasca nonaktifnya Marim, tersandung kasus dugaan mark up sewa-menyewa mess Pemko Siantar di Bekasi. Nilainya Rp 200 juta. Minggu lalu KS dinyatakan terbukti bersalah dan diputus PN Siantar dengan hukuman 1 tahun penjara. Sebelumnya sempat ditahan oleh polisi, lalu dibantarkan dengan alasan sakit, kemudian ditangguhkan penahanannya dan stutusnya dirubah nmenjadi tahanan rumah. Walau palu hakim sudah diketuk, tapi sampai saat ini belum hadir di LP dan tak banyak orang yang mengetahui dimana posisi terakhirnya.

Banyak orang mungkin bertanya-tanya, akankah kedua mantan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Kota Pematangsiantar ini melakukan reuni di penjara? Bagaimana dia menyambut rekan-rekan sesema pejabat Pemko yang telah ditahan di LP itu seperti Fatimah Siregar, Andy Rangkuti?

Pandapotan MT Siallagan dari Metro Siantar berkesempatan mengunjungi MP di sela-sela sibuknya pihak LP dan Kepolisian menangkap dan menangani kasus kaburnya beberapa napi beberapa waktu lalu.

Berikut petikan perbincangan itu, yang berlangsung di kantin LP, beberapa waktu lalu :


Apa kabar Pak MP kelihatannya sehat?

Baik. Tugas panggilan saya masih panjang, karena itu harus tetap diusahaakan sehat. Saya olahraga rutin setiap hari, terutama tenis meja dan sepak bola. Tapi diatas semua, kesehatan semata-mata karena kasih Tuhan Yesus saja.

Kabarnya KS sudah diputus hakim PS Siantar dengan hukuman penjara 1 tahun, tapi kami tak melihatnya ada di LP ini?

Wah saya tak bisa menjawabnya. Setahu saya jika vonis itu sudah dijatuhkan, maka hukuman kurungan harus dijalani. Di LP ini bahkan ada sekitar 250-an orang yang sedang diproses oleh pengadilan dan menjalani status sebagai tahanan. Diantara mereka ada yang menunggu proses banding atau kasasi. Kasus ini menarik, mengherankan sekaligus melukai rasa keadilan masyarakat. Orang di LP ini mengatakan KS bukan Kurnia Saragih tapi Kurnia Sakti…he..he! Tapi saya nggak ngerti hukum, Tanya saja bapak-bapak Polisi atau Jaksa atau Hakim!

Kelihatannya MP sudah apatis dengan proses penegakan hukum? Apakah meyerah pada kekacauan hukum saat ini?

Saya tidak menyerah, hanya saja Indonesia sedang berproses dan saya cinta Indonesia. Dalam proses biasanya ada korban, anggap saja kita sebagai masyarakat yang menjadi korban penegakan hukum. Sesekali jadi korban nggak apa-apa. Harus dicatat bahwa semua agama bicara tentang ‘kurban” dan semuanya erat dengan tujuan keadilan.

Bagaimana jika bertemu dengan KS, mungkin bisa disebut reuni?

Saya sudah lama tidak bertemu KS. Biasanya jika rindu tak kesampaian bisa berubah menjadi benci Ha..ha! Sewaktu saya aktif sebagai Walikota kami semua susah mencari KS, di hampir semua kegiatan publik dia tidak hadir. Sewaktu saya di nonaktifkan, KS juga tidak pernah mengkonsultasikan sesuatu kepada saya. Mungkin sudah sekitar 3 tahun saya tak bertemu KS. Tidak ada orang yang saya hindari, sebab semua tempat saya jadikan sekolah, dan perjumpaan dengan orang-orang adalah guru bagi saya. Tapi saya nggak tahu apakah KS bisa saya jadikan guru. Saya dengar dia menghindar masuk penjara karena berusaha tidak bertemu saya. Apakah anda melihat saya sebagai figur pendendam? Tapi kita lihat saja nanti.

Ada gesekan pribadi dengan KS? Kata orang persoalan KS disebabkan oleh MP dan sebaliknya perkara MP disebabkan oleh KS.

Perkara saya adalah intrik politik lokal. Minggu pertama saya dipenjara, anak saya bertanya ‘apakah selain Papa tidak ada tahanan politik di LP ini?’ Saya tersenyum. Mungkin dia anggap saya tahanan politik Tapi bahwa perkara saya penuh muatan politik, saya kira semua orang mengetahuinya. Didalamnya tentu saja KS dan anggota DPRD terlibat. Alm Gubsu Rizal Nurdin yang mengungkapkan hal tersebut secara pribadi. Bahkan pimpinan DPRD sampai mengintervensi Mahkamah Agung dengan suratnya yang penuh provokasi. Jika KS terlibat dalam perkara saya, tapi sebaliknya saya tak ada urusan dengan perkara KS. Masalah sewa mess Pemko adalah salah satu ‘pesta’ KS dengan DPRD ketika saya tidak aktif. Mungkin mereka lupa cuci piring dan terpeleset.

Menurut MP ada piring yang belum dicuci dari pesta mereka?

Wah, masih banyak dan banyak sekali. Masyarakat sudah melaporkan banyak tentang ‘pesta’ mereka; kasus trotoar, kasus notulen palsu, kasus dana HUT Siantar, pengeluaran dana tersangka, Kasus Dana DPRD, kasus ruislag RSU, kasus ambulans, kasus pembelian alat berat dinas kebersihan dst, dsb. Mungkin masyarakat yang terluka sudah bosan kerena pengaduannya didiamkan.

Masyarakat khawatir KS melarikan diri, kata orang seperti yang dilakukan MP, apakah proses hukumnya sama?

Persepsi yang melenceng biasanya lahir dari pemahaman yang keliru. Untuk kasus saya, dakwaan yang dilakukan dengan serampangan ternyata tidak bisa dibuktikan, dan di hadapan sidang PN yang dihadiri publik, saya diputus bebas murni. Jaksa yang melakukan kasasi ke MA dan walaupun PN Siantar sudah menyatakan putusan bebas murni, tapi toh sebulan setelah putusan pengadilan saya di nonaktifkan oleh Mendagri berdasarkan notulen palsu DPRD!

Wah, apa semudah itu menonaktifkan seorang Kepala Daerah?

Ya. Alm Rizal Nurdin (Gubsu) juga pernah mengungkapkan kekhawatiran tersebut. Dakwa saja seorang Kepala Daerah dengan sembarangan, toh akan dibuktikan di pengadilan. Jika ternyata tidak terbukti, ajukan saja banding atau kasasi. Dengan alasan belum adanya putusan hukum yang berkekuatan tetap, lalu aturlah sdemikian rupa agar Kepala Daerah tersebut di non-aktifkan. Mudah bukan?

Apakah ada batas sampai kapan proses mendapat putusan berkekuatan tetap?

Ya. Tergantung kasusnya. Untuk kasus saya, tak ada kewajiban Mahkamah Agung untuk memproses saya dengan cepat, sebab kata mereka saya tidak bersalah dan tidak ditahan, jadi tak ada yang harus dipercepat. Lalu kapan akan diproses, sebab selama belum diputus oleh MA, saya terus dinyatakan non aktif? Ya sampai tahun dimana ‘kuda makan besi’ He..he, lagi lagi mudah bukan?

Kembali pertanyaan tadi, dianggap orang MP melarikan diri?

Saya tak melarikan diri, saya hanya menghindar diri agar Siantar terlepas dari kekacauan dan kekerasan politik. Muspida berpendapat saya harus ditahan untuk melakukan proses pembenaran terhadap keputusan KPU-yang mencoret saya sebagai calon pasangan Kepala Daerah. Saya tak setuju dengan keputusan politik tersebut. Kepada Polres saya katakan, jika salinan putusan yang resmi sudah turun dari MA saya akan datang sendiri. Hal itu terbukti sudah saya lakukan.

Jika merasa dirugikan mengapa tidak melawan saja terus?

Menjadi walikota adalah sarana, bukan tujuan. Sebab tujuan utama adalah kesejahteraan masyarakat semakin meningkat. Saya tak setuju perlawanan politik dilakukan dengan mengorbankan Siantar. Bagaimanapun Siantar milik kita bersama yang harus kita jaga dan pelihara. Saya memang penganut prinsip Gandhi yaitu berjuang tanpa kekerasan.

Mengapa MP tak menerma keputusan KPU, tapi di sisi lain MP tetap mengucapkan selamat atas pelantikan RE Siahaan sebagai walikota?

Saya tak setuju keputusan KPU sebab semua syarat dalam UU untuk penetapan sebagai calon kepala daerah sudah terpenuhi dan lengkap (termasuk surat keterangan dari Ketua PN) dan tidak ada yang dicabut. Saya menuntut KPU di pengadilan karena mereka keliru mengambil keputusan. Tapi saya juga sadar bahwa proses politik sudah berjalan secara demokratis dan masyarakat (walaupun sedikit) sudah memberikan suaranya. Saya kira RE Siahaan sah secara hukum menjadi Walikota.

Jika tak masalah dalam menyambut kehadiran KS, bagaimana respon terhadap pejabat lainnya yang akan masuk penjara? (dr Abdi Rangkuti, Fatimah Siregar dan Effendy Harahap-red)

Ah biasa saja. Mereka tiba malam hari dikirim dari Poldasu. Mereka datang bawa tas perelengkapannya, seperti turis. Karena itu saya bertindak jadi pemandu untuk mereka, membawa mereka berkeliling dan menjelaskan maknanya penjara bagi mereka. Setidaknya mereka sudah mulai familier dan sudah sedikit nyaman. Saat ini saya membantu memperbaiki kamar mereka, seperti saya juga membantu banyak untuk kepentingan umum di LP ini. Bagi saya tugas seperti itu bukan hal baru. Jika kita menolong sesama bukan karena alasan sosial tapi karena kita sadar bahwa Yesus sudah lebih dulu mengasihi kita.

Kami dengar MP keberatan dengan keputusan MA?

Banyak pakar hukum dan pensiunan hakim yang tersenyum getir membaca putusan MA yang menghukum saya. Putusan PN Siantar mengenai hal yang kiri, sementara putusan MA belok ke kanan. Lucu!

Jika merasa putusan MA keliru, mengapa belum juga mengajukan Peninjauan Kembali (PK)?

Saya merasa neraca hukum belum seimbang. Lagipula politisasi hukum masih kental. Mungkin saya akan tunda dulu. Saya nggak masalah sedikit lama di LP. Cepat ada yang dikejar, dan lama ada yang ditunggu. Jika kita yakin dengan rencana Tuhan dalam hidup kita, mengapa kita harus khawatir? Mungkin saya masih dibutuhkan oleh rekan-rekan di LP ini. He..he!


Dikutip dari Harian METRO SIANTAR tanggal 29/08/06, halaman pertama.

PESAN SINGKAT DARI BATAM (2)

Pengantar:

Di Batu Onom (batu/km-6) dari Pematangsiantar arah ke Perdagangan/Kisaran, Sumatera Utara, terdapat desa yang dikenal dengan nama Batu Onom. Perumnas yang dibangun di daerah itu juga disebut Perumnas Batu Onom. Berbatasan dengan Perumnas tersebut terdapat Lembaga Pemasyarakatan (LP). Yang dimaksud ‘Batam’ dalam naskah ini adalah kata sandi utk LP tersebut, singkatan dari BATu-enAM.

MP adalah singkatan nama. Kebetulan singkatan nama bapa dan anak sama-sama MP. Maka untuk membedakannya, yang pertama disebut dengan MP1, yang kedua (anaknya) disebut MP2. Terkadang putera-puteri MP1 disebut dengan angka 1, 2 dst., sesuai dengan urutan lahir.


07/12/05

(E-mail Sarmedi di-frwd ke Bogor, seraya melampirkan ’Pesan Singkat dari Batam’, bcc ke beberapa e-mail address).

(E-mail): Terimakasih Kela beritanya sudah diterjemahkan. Puji Tuhan, Marim sehat dan menjadi kesaksian yang baik bagi kita semua. Kami semua sehat, Papa Sonny juga sehat. Salam untuk Amboru, Marim, dan semua keluarga di Medan. Rencana berangkat tgl 17 ya., mungkin kami belum ada rencana ke jkt, karena anak2 punya acara natal yang cukup padat.
Salam, Yuyu

MP1-MP2: Pesan singkatmu ke Rumanja sangat menyentuh hati (Mama menyebutnya ‘puisi’)... Malam ini, sama seperti beberapa malam sebelumnya, dari ruang gelap blok yg dekat dan blok di kejauhan, terdengar sayup-sayup ratapan tulus anak desa, ‘mandoding’ sendu beberapa ayat Haleluya, dan ‘inggou’ nyanyian rakyat Simalungun. Nyanyian sedih ‘anak hilang’ bangsa pilihan Yesus yg selama bertahun-tahun menjadi obsesi dan perjuanganku... Mereka membutuhkan tegus sapa...

08/12/05

(e-mail): Tongah, Aku terharu baca sms nya, memang sangat berat untuk menjalani hal2 tsb apalagi buat Tongah dan inang tongah. Aku baru dengar soal ini dari Jordi 2 hari lalu sewaktu mengabari meninggalnya tulang Banner, terus Jordi bilang dia sedang mengantar Marim ke Lapas. Kita saudara2 dari jauh hanya bisa berdoa, semoga Marim dan keluarga tabah menjalani proses ini, semoga apa yang terjadi adalah yang sesuai dengan kehendak Tuhan, dan semua pasti ada maksud nya (blessing in disguise) dan kirim salam buat Marim & Fam (aku nggak tau yg mana HP nya yg aktif- aku punya banyak no hp Marim). Cheers.....Pia

MP1 ke MP2:: Pesan Singkat dari Batam (‘kumpulan’) ku-email ke Bgr dan cc ke Sony, Sendi, Pia, dll. Pia reply terharu baca sms nya... semoga tabah... Pia kirim salam buatmu & Fam.

08/12/05

ke MP1: Tongah, aku sdh dengar ttg ..(cut).., jagoan biasanya kalah dulu, menang belakangan, ini proses penyempurnaan ..(cut).., kita doakan dia bisa jd Nelson Mandela Simalungun, yg penting ..(cut)...tau kita mendukung dan sayang sama dia, nanti aku siapkan buku2x bagus untuk dibaca

22.02.47

MP2: dua hari ini tetap banyak tamu, group pasar horas (mereka menangis dan berdoa), pns, tako, pendeta batu malang & siantar, kel. batahi, eks pembantu/supir, dll. mereka bawa buah, rokok berbagai merk, roti, dayok na binatur (=daging ayam masakan khas Simalungun), dan sedikit uang, kamar penuh strock rokok dan buah, uang dipakai untuk traktir ‘pengikut’ di kantin. tiga koran dtg tiap pagi, sesudah kubaca beredar dari sel ke sel (mereka haus bacaan) buku fiksi kupinjamkan juga di kamar juga banyak tamu, konsultasi, diskusi, minta ditolong, dll. kamar sdh selesai, dibawah karpet plastik kotak2 biru dgn garis ke-perak-an, langit2 cat biru, sisi dinding merah muda, dan sisi lain cream, kasa nyamuk sdh dipasang, dan alat-alat mulai lengkap (setara kamar deluxe). sore ping-pong (tujuh pemain yg dihadapi kalah semua / tak ada lawan yg seimbanganku), setelah itu bola kaki (bola baru sumbanganku), menang 10.000....

09/12/05 19.41.34

MP2: pagi-pagi sdh bertamu 2 marga purba (tahanan), walau temannya sudah bebas, tapi ditangkap setelah 2,5 thn setelah pembunuhan berlalu. sel tetangga tawarkan kopi jahe dan indomie, tapi hrs buru-buru salurkan aspirasi ke depan – karena pompa sanyo rusak, dan napi mandi antri panjang rupanya lapas ‘pelit’. tapi atas desakanku mereka antar pompanya ke jl cokro. tamu-tamu... butet, pa’tongah asang, ello, opal, sendi, pns, dll. pegangan dan kunci pintu sudah baru, besok cat dinding luar (sel-ku kayak karaoke room). sore main pingpong. setelah semua sel dikunci, aku keluar keliling sel ke sel (pintu-ku tak dikunci kalau tak kuminta), ngajak mereka ngobrol, bagi rokok dan koran serta majalah ...

10/12/05 19.27.13

MP2: inventaris-ku sampai saat ini: 61 buku (majalah, alkitab, dll), 12 berkas map, 2 ransel, 2 tas kecil, sepatu olahraga, sepatu kulit, sepatu sandal, sandal jepit, 1 box plastik, 1 box pakaian kotor, ember sedang dan ember kecil, gayung, tempat sabun, 2 kardus, 1 lemari/rak, kaca rias kecil, hiasan dinding, tempat sampah, 4 piring (2 melamin, 2 kaca), 5 gelas (melamin, keramik), tissu dan tempatnya, tissu basah ‘wetties’, 2 hp, deterjen dan toples plastik ‘attack’, sabun cair ‘mama’, karbol wangi ‘cemara’, pembersih kloset ‘vixal’ 2 keset kaki...

19.36.43

... termos, 2 kacamata, 2 pulpen, dompet, mancis, nivea cream, bodylotion ‘vasaline’, babyoil ‘cussons’, lux cair, 2 sikat gigi, pepsodent, pasta glister amway, deodorant ‘mark spencer’, mouthwash ‘daun sirih dan ‘tantum verde’, omega-3, mega multi vm. satu pak kopi ginseng, kayu putih, tets mata ‘visine’, betadine, balsem tiger, ponstan, panadol, decolgen, counterpain, cottonbath, sisir (3), alat cukur (3), jam, 2 cincin, mini taperecorder, 1 kaset lagu, 2 kaset kosong, 121 shirt, 5 celana pendek, 4 celana dalam, 2 kaos kaki olahraga, 2 kaos kaki biasa, 5 kaos dalam, 3 celana panjang, 1 celana training, 1 handuk besar, 2 handuk kecil, 2 sapu tangan handuk, 3 sapu tangan...

19.51.01

...2 spon, paku tembok 2 kotak, 3 autan, 3 box kecil plastik (mentega, meses), biskuit, 2 crackers, 2 kain pel, rokok sampoerna mild 3 slop, asbak, sapu, kedukan sampah, 2 bantal, 2 selimut tipis (alas kasur dan alas bantal keringat), kasur lipat, selimut tebal, lampu 40 watt, kamar mandi bersih, sdh dipasang dan dicat tembok kamar mandi, plafon (biru), tembok kamar (oranye dan cream), tembok luar (cream), kasa nyamuk diatas pintu/jendela, kasa jendela, kasa ventilasi atas, karpet plastik (biru), kompas 11 eks, 3 kg buah-buahan, 7 kotak buavita, 3 minuman kaleng... rencanaku berikutnya... tv mini (sinyal ‘dikirim’ dari luar), pemutar vcd/dvd, dst....

19.59.42

masih lupa dicatat... sikat kamar mandi, sikat toilet, vit rambut, brylcream, gunting kecil, gunting kuku, kalender meja (BCA), gantungan baju di dinding...

20.10.36

Hiasan dindingku tertulis ‘mengucap syukurlah dalam segala hal, baik suka dan duka’. Ruang dan perlengkapanku lebih dari cukup dibandingkan semua 702 Napi/Tahanan (685 pria, 16 wanita, 1 bayi)... Natal 17/12 boleh datang...

20.20.05

MP2: Malam ini masih hujan, sesekali terdengar suara besi dipukul lima kali di tiap sudut, rutin dlm beberapa jam sebagai tanda bahwa penjaga selalu siaga (padahal yg mengetuk napi pekerja sambil berkeliling, sementara pos sudut selalu kosong dan penjaga main kartu di depan). Sepi, hanya suara kodok bersahutan. Besok pagi (jam 06.00 pintuku dibuka) akan terdengar dari sel sebelah obrolan anak-anak Simalungun. Rasanya seperti bangun tidur ditengah ladang di perkampungan Simalungun. Lalu jam 07.45 semua pintu dibuka dan suasana berubah cepat seperti pasar...

10/12/05 19.14 (terima 24.00)

Pagi aku meninjau mesjid atas undangan persaudaraan napi muslim, aku koordiner perbaikan sarana/prasarana. Tamuku hari ini seorang pns dan Opal sekeluarga. Makanku rantang dari pendoa persekutuan dan datang juga pendeta serta Grace dan Rainer. Hari ini bertambah lagi perlengkapan komputer (akan ditempatkan besok) dan kulkas kecil (titip di kantin tempat minuman kaleng buah dan juice). Hujan tiap malam dan juga tadi siang. Besok kebaktian dan siang akan datang IPK rame-rame (katanya bawa makanan dan tuak)...

MP1 ke MP2: (Fwrd, setelah baca email ‘Pesan Singkat dari Batam’) Udah ku baca tongah. Bang ..(cut).. bisa di sms kah (kubalas, baiknya melalui saya, nanti kufwrd, siapa tau ada yg usil lacak...)

MP1 ke MP2: (Fwrd sms 10/12/05, 22.49.21) U Marim, dari Miram he he. Malam bang, kami dapat update terus dari Bapak dan bapa tongah soal abang. Doa kami menyertai ya.. Salam sayang dari Bali, adikmu Miram, Gidion dan ponakanmu Sebastian.

11/12/05 12.59.09

MP2: sudah kebaktian minggu dan perjamuan kudus, setelah itu makan, dan siang nanti ruyandi hutasoit akan melawat saya dan ibadah natal ke lapas... selamat hari minggu.

MP1-MP2: ...selamat hari minggu. Mama kenal ruyandi hutasoit sejak di Poltangan... melalui ‘Radio Pelita Kasih’. Kirim salam.

21.07.36

MP2: Ruyandi Hutasoit datang dan berikan renungan singkat (jadwal padat). Datangnya RH a/ berkat bagi Napi dan merupakan rencana Tuhan. Menjelang pintu keluar, ditengah orang banyak dia menumpangkan tangan diatasku, dan berdoa secara khusus. Aku sampaikan ‘dukungan politik dari penjara’ dan dia lanjutkan perjalanan. Rainer juga dtg dgn teman-temannya. Ikut juga Inang Tongah Sondi dgn Mama Kiki bawa ayam goreng. Menjelang malam dtg 25 orang IPK bawa lomok-lomok lengkap dgn kepala dan ekornya, tuak diijinkan masuk sedikit, dan semua makan minum, juga para sipir penjara. Tamu terus bawa berkat bagi pegawai. Kembali ke sel sdh malam, pintu masih terbuka, hujan deras, bocor dan air genangi lantai, dan seekor kodok sudah ada dlm sepatuku...

MP1-MP2: Bapa terbahak baca seekor kodok sudah ada dlm sepatu... Mama heran, dan setelah baca, mama juga ketawa....

12/12/05 18.10

MP1-MP2: (Fwrd email Pia) Tongah, Wah kaya camping ya, bukan kaya di penjara ...he...he..... kan kalo di film2 tidak ada tuh barang2 bawaan seperri itu..... Kalo orang biasa boleh nggak bawa barang2 ? (Ini intermezo aja: Pantas gosip kalo Tomi suharto dan mentri2 itu sel nya kaya hotel , aku percaya sekarang. Malah om tomi jarang ada di sel... diluar sel terus...ke jkt lah, dll. (karena business nya tetap jalan dan di monitor terus). Kapan nih Marim bisa seperti itu ...ha..ha... Cuma ngeledek aja nih ..... Se enak2 nya di penjara, ya masíh tetap lebih enak di luar ya!)

18.21

MP1-MP2: (Fwrd email Tongah) Terima kasih untuk sms via email. Btw berita Posmetro hari ini tentang kunjungan Ruyandi Hutasoit di LP sangat positif dan menyentuh hati. Hampir seperti kampanye Pilkada. Sarmedi

19.07.48

MP2: Pia, di penjara Indonesia, semua hal tak boleh. tapi semua hal bisa tersedia. Puluhan kisah teman-teman sdh kudengar, di LP Medan bisa ada TV semua saluran. VCD/DVD, kompor gas, langganan catering, cukur rambut, pijat, salurkan seks (bilik kecil sampai kamar VIP/harga beda), koran, dll. Bahkan bisa minta pindah LP kota lain lalu turun di tengah jalan kemudian hilang. Semuanya ada tarifnya. Ada yg dikelola koperasi Lapas, dan ada yg dikelola ‘oknum’. Oh, Indonesia-ku yg ajaib..

19.19.15

MP2: Pagi aku pijat refleksi, oleh Mahdi, orang Aceh anak Brayan Bengkel (tukan kopi, dititipkan bungkusan (ganja), ditangkap dan kena 8 tahun). Tamu: Kantor Pusat GKPS, Vorhanger Sudirman/Pendeta, 40 anak-anak Satpol seragam lengkap, 14 Angg. DPRD, dan Djamita Purba (diajaknya berdua aku ‘mandoding’ dan dia khotbah). Sore main pingpong, lalu keliling melihat sel lain dan ngobrol dgn mereka. Malam ini hujan lagi, deras! Atap sdh kusuruh tambal tadi sore. Kalau hujan reda maka para kodok akan bersahut-sahutan seperti paduan suara. Kodok tahu bahwa Natal akan tiba...

13/12/05 07.11.08

MP2: (Fwrd email Tongah) Terima kasih untuk sms via email. Btw berita Posmetro hari ini tentang kunjungan Ruyandi Hutasoit di LP sangat positif dan menyentuh hati. Hampir seperti kampanye Pilkada. TAMU YG MINTA KONFIRMASI KUCATAT, LALU KU HUB. PERS U/ DIANGKAT SBG BERITA. LALU AKU JUGA TULIS SURAT KE BERBAGAI INSTANSI UNTUK BERBAGAI URUSAN. KEMUDIAN AKU AKAN TERUS MENULIS DI KORAN. SEMUANYA KULAKUKAN SUPAYA MP TERUS LENGKET DI PIKIRAN ORANG. DAN MEMUDAHKAN JIKA NANTI ADA KONTERTASI PUBLIK... ‘PERTANDINGAN’ BABAK BERIKUTNYA MASIH PANJANG. (U/ SP & MP-1).

13/12/05

MP1-MP2: (Fwrd email Pia, 13/12/05 10:21) Tongah, Seludupkan XDA / OX2 or PDA lain yg kecil , biar bisa email atau internet browsing .... biar nggak jenuh! Kalo bisa punya laptop, pake flexi connect nya lebih oke lagi tuh!

20.15.33

MP2: Subuh ada teriakan (km 4) panggil petugas, karena seorang Napi di ujung gangku (km 1) sakit, lalu dibawa ke RSU. Pagi tadi aku (km 10) pijat refleksi kaki lagi. Beberapa ‘penyakitku’ bisa juga hilang. Dasar, anak aceh jempolan! Tamuku Sendi beserta tim sukses Zulkarnaen, lalu Nyamin Barus, dkk. Siang, Napi tsb sdh meninggal di RSU. Katanya infeksi amandel. Menurut teman-teman sesama pemakai, ybs mungkin dulunya suka pakai Sabu-sabu langsung ke kerongkongan, harusnya disedot campur sedikit air. Sore Rainer (dikawal petugas) masuk ke kamarku, dan kami main pingpong (3 set) di Aula sebelah. Para Napi banyak nonton, mereka tdk mengira ada anak kecil pintar ping-pong.... Rainer akhirnya sdh keliling di Lapas. Nampaknya dia siap mental, dan betah dgn ‘pengetahuan baru’ ini...

14/12/05 20.54.09

MP2: Aku agak demam, mungkin terlalu lelah terima tamu (seharusnya aku banyak istirahat). Selain Grace/Rainer, tadi dtg temen-teman yg sering sama-sama di kedai kopi, juga para Camat. Nita dtg hampir tiap hari. Ny. Raya Harahap dtg lihat anaknya dan salamkan uang. Grace berikan bantuan tunai Wako u/ Natal Lapas. Sdh dua malam aku nggak mandi (terlalu dingin). Tadi sedikit olahraga. Dan memimpin para Napi membuat gorong-gorong buangan air. Semua parit didepan sel sekarang sdh kering (mengurangi nyamuk). Besok kusuruh mereka buat bangku santai dan meja-nya di dua tempat (aku minta ke PU semen, pasir, dan nol). Sekalian membuat lubang sampah baru. dan menanam pohon penghijauan... Upahnya, kuambil singkong dari dapur, dan digoreng diatas anglo (pembakarnya kertas, plastik aqua, sandal bekas, dll) – dan makan rame-rame.... GBU.

15/12/05 11.38.04

SP-MP2: Halo ..(cut).. saya n intong pamit cuti natal ke Jerman. Smsmu ttg tdk enak badan sy dpt via email. Jaga kesehatan. Artinya keep yourserlf fit yi berdayatahan dlm keadaan darurat. Caranya gizi baik n sport teratur. Makanan di Siantar tdk baik gizinya. Sy yakin produk Herbalife memungkinkan keeping fit krn sy sdh mengalaminya. Ini bukan hanya promosi tapi sharing confidence. GBU.

12.57.58

SP-MP1: Ini jawaban MP2 atas sms saya: Ok. Selamat jalan. Selamat Natal. Terganggu sedikit biasa, tapi saya sehat.

20.34.03

MP2: Siapa yg ingin ikut natal di lapas 17/12 jam 10.00 kordinasi dgn parumaen, sebab tdk ada lagi undangan kosong, tetapi tamu diperbolehkan hadir dgn didaftar dan dicatat...

20.43.41

MP2: Pagi aku diskusi untuk bantu anak tahanan pindah ke wilayah napi (sepanjang dia bisa sediakan sogoknya). Kemudian dia bilang bisa atur spy aku dpt cara ‘khusus’ untuk remisi Natal sebanyak 15 hari. Aku nggak tertarik. Tamu selain Grace/Rainer, dkk, Pengurus Sepakbola, Laurimba Srgh, dkk, Tulang Jl. Pendidikan, dan Teman Tentara dari Yon 100 Linud Binjai. Sore aku awasi teman Napi kerja gotong royong. Sdh rampung 4 tempat duduk dgn mejanya. Juga taman kecil didepan kamarku. Aku sdh foto. Semen sisa dibuat karya kreatif, ada yg buat kolam ikan laga, tempat ulegan bambu, dll.

20.47.58

MP1-MP2: (sms Niko, setelah baca fwrd ttg Natal, sekalian daftar tamu...) Sy sebenarnya pingin skali ikut Natal di lapas. Hari Senin 18/12 jam 10 pagi sy presentasi di kantor CC Mdn. Sy trpikir utk besuk b ..(cut).. pd hari Selasa pagi sblm kembali ke Jkt Selasa sore. Mgkn itu lbh baik drpd memaksakan diri pd hari Minggu.

17/12/05 19.13.02

MP2: MP-1, kordinasi dgn JPT, kalau belum dapat tolong Niko hari Senin bawakan ke Batam Majalah ‘Matabaca’ dan ‘National Geographic’ edisi Desember. Apakah Sendi jadi kirim Notebook dgn printernya yg compatibel? Kalau banyak impressi tanpa ekspresi, otak-ku bisa blank... (Cc. DP, Niko, JP)

19.37.05

JPT-MP2: Buku Nat Geographic sudah saya kirim via Taxi ke alamat sesuai permintaan hari Saptu kemarin, majalah Matabaca belum ada di gramedia kemarin (Cc Niko).

19.40.41

DP-MP2: Laptop akan dikirim segera.. Cc Bapa.

20.04.22

Niko-MP2: Aku sdh dptkan majalah Matabaca edisi Desember. Menurut JPT majalah Nat Geographic sdh dikirim via Taxi ke siantar. Demikian laporan ke kordinator.

18/12/05 21.24.45

MP2: aku sdg dengar radio dan membaca ‘angsa-angsa liar-nya jung chang’ (british book year award 1993). sore tadi main pingpong, dan malam ini aku punya lampu baca baru. kulkas mini-ku sdh kupindah dari kantin ke kamar. baru saja aku keliling sel ke sel, meminjamkan buku dan ngobrol dgn teman-teman dari luar terali. jam 22.00 aku akan ke gedung depan, nonton sepakbola chelsea vs arsenal... (..cut..) akan antar nasi goreng u/ penjaga, supaya mereka ngantuk dan tidur, he, he).

19/12/05 2:45 PM

MP1 (E-mail):: Oleh-oleh dari Batam? Silahkan baca lampiran. (Santabi bani Panditanami – (JHS + MLS) – hupadihut ham dapotan oleh-oleh) (Terjemahan: Maaf Pendeta JHS + MLS, saya memasukkan anda untuk mendapat oleh-oleh)

Lampiran

Kesan dan Pesan Natal di Batam, 17/12/05

Setibanya di Jl Tombang jam 22.00 tgl 16/12/05, kami disodori undangan natal di Batam tgl 17/12/05 jam 10.00. Konon, undangan diantar oleh Rainer.

Diantar oleh Opal, kami tiba di Batam tepat waktu. Beberapa tamu lain sudah ada, mungkin menunggu pintu dibuka atau menunggu izin. Seorang wanita berkebaya menyapa kami: Mau ketemu siapa? Lantas kusodorkan undangan. ‘O, ya, silakan masuk,’ katanya. Rupanya wanita tersebut adalah Panitia penerima tamu natal. Kami dipandu masuk, langsung di bawa ke lapangan luas yang dikelilingi bangunan... berhiaskan pagar kawat dan jerajak. Di lapangan sudah di dirikan teratak dgn atap tenda berhias yang biasa dipakai untuk pesta. Ada 4 bagian teratak, saling berhadapan. Satu dipakai untuk pentas. Dua dipakai untuk tempat duduk warga binaan. Satu lagi, yang diamping kanan pentas, untuk pembina warga dan tamu. Kami dipersilahkan duduk selaku tamu undangan. Walaupun dipersilahkan duduk di barisan depan, kami pilih baris kedua. (Mungkin karena kami masih orang Simalungun / Kristen sehingga kami tidak memilih duduk di barisan depan).

Warga Binaan sudah menempati 2 teratak, yakni yang berhadapan dengan kami dan yang menghadap pentas. Band sudah menyajikan hiburan – lagu rohani.

Kami memandang ke teratak Warga Binaan, tapi tak tampak wajah yang kami cari dan rindukan, wajah dari orang yang mengundang kami merayakan natal di Batam. Lalu ada yang membisikkan, dia masih menerima tamu.... padahal jam sudah menunjuk angka 10. Biduan sudah berkali-kali akan mundur dari pentas agar acara natal dimulai, tapi belum juga dimulai. ‘Terpaksa’ biduan melanjutkan penyajian lagu-lagu hiburan.

Mungkin karena acara belum juga dimulai, salah seorang anggota rombongan kami, ibu tercinta, sempat merenungkan ‘mengapa aku bernatal di sini?’ (Maklum belum pernah masuk dan melihat tempat seperti di Batam ini.... di benaknya Batam adalah seperti yang digambarkan dalam film). Air matanya tidak bisa dibendung... dan menangislah dia... Tapi tak lama. Dia berjuang menahan tangisnya, dan ... berhasil. (Aku terimbas, mataku ikut berlinang, tapi bukan karena gundah tapi karena syaraf mataku sudah ‘cacat’ sejak kena stroke ringan sepuluh tahun lalu...).

Tak lama kemudian muncullah wajah yang kami cari tadi. Dia datang dengan langkah tenang sambil matanya dilayang menyapa publik, diiringkan oleh beberapa tamunya, lalu menyalami tamu-tamu yang ‘berlomba’ bersalaman, dan kemudian merangkul sang ibu, lalu duduk di barisan depan tempat tamu undangan, didampingi Reiner dan Mamanya, beberapa PNS (yg dulu duduk di kursi saksi saat perkaranya digelar).

Aku sempat bertanya dalam hati, kenapa dia tidak duduk di teratak warga binaan seperti arahan Panitia dari pentas.....

Lalu, Pendeta pun muncul, juga mengambil tempat di barisan depan teratak tamu. Yang berarti kebaktian segera dimulai. Jam sudah menunjuk ke pukul 10.30.

Sebelum kebaktian, dan sebelum kata sambutan Ka Lapas (yg disampaikan oleh yang mewakili), ada beberapa kata sambutan. Yang mewakili Warga Binaan menyatakan Natal kali ini jauh lebih megah dari Natal tahun sebelumnya. Antara lain: selain organ, ada juga band; juga pake teratak; suasana hati juga jauh lebih lega... (dia mengaku sudah 2x natal dialaminya di tempat Batam ini). Hal senada juga diakui Panitia, sekaligus mengumumkan mulai Januari 2006 GKPS akan mengambil bagian dalam pelayanan & pembinaan kepada Warga Binaan; ada lebih 100 orang Simalungun Kristen yang kini menjadi Warga Binaan. Aku jadi teringat puisi dalam ‘Pesan Singkat dari Batam’: ‘Malam ini, sama seperti beberapa malam sebelumnya, dari ruang gelap blok yg dekat dan blok di kejauhan, terdengar sayup-sayup ratapan tulus anak desa, ‘mandoding’ sendu beberapa ayat Haleluya, dan ‘inggou’ nyanyian rakyat Simalungun. Nyanyian sedih ‘anak hilang’ bangsa pilihan Yesus yg selama bertahun-tahun menjadi obsesi dan perjuanganku... Mereka membutuhkan tegur sapa GKPS.’

Seperti kebaktian natal lainnya, natal di Batam juga panjang... bergantian Warga Binaan tampil ke pentas untuk ‘liturgi’, paduan suara ‘kelompok Batu Malang’ beberapa kali, paduan suara Warga Binaan... dan akhirnya renungan natal yang dibawakan oleh Pendeta yang lagi tugas di STT Nommensen. Dalam renungan natalnya, (tentu renungannya panjang lebar dan bagus, apalagi tentang percakapan Nikodemus dengan Yesus, tapi yg kudapat adalah) Pendeta menekankan, pengenalan kepada Tuhan tidak bisa melalui akal, pikiran dan perasaan, tetapi melalui pengalaman... siapkan diri utk mengalaminya, Roh Kudus akan bekerja... dan tidak ada tembok yang bisa menahan Roh Kudus bekerja.

Setelah kebaktian, ada makan bersama, nasi kotak. Warga Binaan makan nasi kotak di Blok masing-masing sambil apel, lalu balik ke teratak natal. (Rainer makan dengan lahap karena ada rendang..., ditemani oleh Viki dan Eyel), ada hiburan, diselingi vocal-group warga binaan yang cukup seronok.

Lalu, sekitar jam 15.00 acara natal di Batam diakhiri.

Di sela-sela kebaktian dan hiburan, aku mengambil kesempatan ke toilet. Juga, bersama sang ibu dan sang isteri, diberikan kesempatan ‘istimewa’ meninjau ‘kamar kos’. (Konon, yg mendapat kesempatan ‘istimewa’ ini hanya Reiner sebelum kami bertiga... ).

Aku menggunakan kesempatan itu bercengkerama dengan beberapa warga binaan (dan pembina), khususnya yang warga Simalungun. Antara lain:

Kepada seorang warga binaan terjadi percakapan: ‘Aha morgamu?’ (=Margamu apa). ‘Purba’. ‘Purba parja’ (Purba darimana). ‘Par Nagori Dolok’ (=Purba darimana). ‘Anggo sonai Purba Tambak do tene. Mase ijon ho?’ (=Dengan demikian, tentunya Purba Tambak. Kenapa anda disini) ‘Purba Tambak ma da. Onom ari nari kaluar ma au hunjon...’ (=Ya, Purba Tambak. Enam hari lagi saya keluar dari sini).

Karena pertanyaan tak terjawab sempurna, terdengar suara di sampingku: ‘Halani pembunuhan do ia ijon....’ (=Dia disini karena pembunuhan).

Kemudian aku menoleh kepada seseorang yang sudah menyapaku, orangnya tinggi besar. Aku bertanya: ‘Ham, aha morgamu? Maraha do au bamu’. (=Anda, marganya apa? Saya panggil apa kepada anda?). ‘Purba Siboro. Marbapa do au bamu.’ (=Purba Siboro. Saya panggil Bapa kepada anda). ‘Parja ham.’ (=Dari mana). ‘Par Haranggaol. Au hutandai do ham... Panogolanku ma si... dst., dst.’ (=Dari Haranggaol. Saya kenal anda... Si ... adalah kemanakanku, dst., dst.) (cara Simalungun “martutur”, mencari nama-nama yang bisa dijadikan pertautan hubungan kekeluargaan). Lalu aku sampai ke pertanyaan pokok ‘Ham, piga dokah nari ijon?’ (=Berapa lama lagi anda disini?) ‘Onom tahun nari’ ... (=Enam tahun lagi). Seseorang berbisik disampingku:’Pegawai ni Lapas on di in...’ (=Dia adalah pegawai Lapas). Lalu, segera aku ‘memperbaiki’ percakapan tadi:’Onom tahun nari ase pensiun tene?’ (=Enam tahun lagi pensiun, ya). ‘Ai ma da...’ (Ya, betul). Lalu kami tertawa terbahak-bahak, saling menyentuh bahu, penuh kekeluargaan. Belakangan aku baru tahu, dialah yang mendapat tugas khusus menjaga ‘anak kos’, anakku.

Setelah dia ‘lapor’ tentang keadaan sang ‘anak kos’, termasuk ‘daya tahannya’, lalu dia mengatakan:’Andohar boi 3 bulan on dapotsi PK-ni ai’. (=Semoga dia berhasil PK dalam 3 bulan ini). Aku jawab:’Ulang podastu. ‘. (=Jangan terlalu cepat). ‘Mase?’ (=Kenapa?) ‘Paturut lobei tarhundokah ia ijon, atap dong na boi ibahen bani nasiam ijon...’ (=Biarkan agak lama dia disini, barangkali ada yang dapat diperbuatnya bagi kalian disni). Karena dia terlihat bingung, lalu aku ceritakan kepadanya email Pia berjudul ‘Apakah Engkau Yesus?’. Tampaknya dia sangat mengerti... biarlah ‘anak kos’ berbuat sesuatu di Batam... Katanya:’Domma marsermon hita ai dahkam”. (=Jadinya kita sudah penelaahan Alkitab). (Catatan: Jika ingin tau email Pia berjudul ‘Apakah Engkau Yesus?’, tanya langsung ke orangnya, tapi harus melalui email....; kalo tanya tatap muka, bisa dikenakan biaya sesuai lamanya waktu konsultasi, maklum dia adalah akuntan... he, he).

Saat kami duduk di ruang kerja Ka Lapas, ‘menghadap’ sang ‘anak kos’ (yang konon sudah jadi wako di Batam), aku sempatkan dialog dengan seorang Warga Binaan. ‘Sinaga par ja ho, ambia?’ (=Anda Sinaga darimana?) ‘Par Sipolin, dahkam’ (=Dari Sipolin). ‘Mase ijon ho?’ (=Kenapa anda disini?) Dia hanya senyum... lalu kudengar orang disebelahnya berujar: ‘Halani manuan ganja...’ (=Karena bertanam ganja). Lalu aku lanjutkan:’Dong piga rantei ganja sinuanmu?’ (=Berapa rantai yang kau tanami). ‘Otik do namin, tapi ganjaranni bahat...’ (= Hanya sedikit, tetapi ganjarannya banyak). ‘Piga rantei?’ (= Berapa rantai?) ‘Sarantei dassa namin...’ (=Hanya satu rantai (seperempat HA))

Cerita yang diceritakan lagi tentang ganja: ‘Berapa banyak yang bawa waktu tertangkap?’ ‘Hanya sedikit, 300 kg saja.’ ‘Itu kan sudah banyak, 300 kg?’ ‘Biasanya, dan sudah sering, aku bawa 800 kg, gak pernah ketangkap. Ini hanya bawa 300 kg, langsung ditangkap...’

Ketika pembicaraan nyerempet ke perihal anak bayi yang ada di Batam saat ini, lalu seseorang menerangkan: Tampaknya ini modus operandi baru. Sudah 4 anaknya, semuanya lahir saat dia di Batam ini. Tindak pidananya sama, yakni mencuri di toko. Mungkin ada unsur kesengajaan. Saat kehamilannya sudah tua, dia tertangkap karena mencuri di toko. Lalu dibawa kemari. Melahirkan disini. Lalu keluar karena masa hukumannya sudah habis. Saat dia hamil tua lagi, masuk kemari karena mencuri di toko. Lalu melahirkan disini, atas biaya negara... Begitu seterusnya sampai anak ke empat yang sekarang ini....

Rombongan kami yang tadinya hanya berenam dari Jl Tombang (Aku, Mama Sendi, Mama Ryan dan Eilo, Viki dan Eyel), sesampainya di Batam bertambah-tambah: Rainer dgn Mamanya, Sendi, Wawan, Albert dgn isteri + anaknya, Darius. Belum lagi rombongan paduan suara Kelompok Batu Malang dan PNS dan tamu lainnya sang ‘anak kos’.

Setelah puas bercengkerama di Batam, kami pamit pulang. Kepada Pak Purba yang katanya sudah mendapat sermon dariku, aku pamit sambil berkata:’Aku banyak menjumpai Yesus di tempat ini...’ Dia senyum dan berkata:’Eak Pa. Domma dapot au sermonmu ai.’ (=Ya, Pak. Saya sudah memperoleh Penelaahan Alkitab dari anda).

Lalu kami meninggalkan Batam. Opal yang jemput kami.


19/12/05 15.30.21

MP2: Natal GKPS di L..(cut).. (Batam) jadinya tanggal 22 Des 2005 jam 10.00. Agaknya GKPS ‘heboh’ dan bikin surprise; GKPS mendadak ‘baik hati’ sediakan makan siang, bingkisan natal u/ napi, panggung/teratak, music, dan Ephorus akan khotbah... Tuhan memberkati.

4:26 PM

(Email): Hi Tongah, Thank you update nya. Doa kami menyertai. Tulisan ini sangat menyentuh dan membaca nya kami merasa ikut berada di sana dan merayakan natal. Salam untuk semua di sana. Selamat Hari Natal dan Tahun Baru. Love. Christina, Gidion dan Sebastian

17.39.08

Dari Jerman: Laporan natal dari Batam itu pantas dimuat di siantar posmetro (sp)

20/12/05 19.06.05

Niko: Sy sdh boarding dan menuju pswt. Msh sempat utk naik pswt jam 19.10. Puji Tuhan dgn perjalanan panjang dan ngebut. Dagh semua, sampai ketemu lagi

(Catatan ‘moderator’: Niko buat acara ‘dinas perusahaan’ ke Medan tgl 19/12/05, sebelum pulang ke Jakarta, ngebut ke Siantar – Batam – Medan/Polonia. Sekaligus di Batam ketemu DP, Ichtus&Ny&Vikki&Eyes, Ma Ryan, MP1&Ny, Sarmauli, Benly&Ny, Ny. Enna Garingging&puteri, Rainer&Mama, Darius, dll.).

22/12/05

Kesan & Pesan Singkat dari Natal di Batam

Rombonganku terlambat datang karena nunggu para ibu (tua dan muda) bersolek... Mungkin acara dimulai tepat jam 10.00, kami tiba saat ‘Doa Memohonkan Keampunan Dosa’ yg diaminkan oleh Jemaat dengan bernyanyi: Tuhan kasihani, Kristus, kasihani, Tuhan kasihani kami... (acara ke 9 dari 20). Teratak untuk rombongan GKPS hampir terisi semua, tampaknya dari GKPS Batu Onom dan GKPS Sion, dari Ktr Pusat (cukup banyak Pendeta yg hadir selain Ephorus, Sekjen dan Ketua Majelis Pendeta). Para Warga Binaan mengambil bagian dalam bentuk liturgi (kesaksian), vocal group. Pantomim dan Paduan Suara dari Panti Karya GKPS. Renungan Natal dan doa penutup oleh Ephorus. Bupati memberikan kata sambutan tertulis (dibacakan oleh yang mewakili), unsur Muspida mengirimkan wakil, Ka Lapas hadir langsung dan memberi sambutan yang hangat. Dalam sambutannya, Sekjen GKPS menyatakan ada sekitar 600 Jemaat GKPS, dan mulai hari ini bertambah satu lagi di Lapas (Batam) walaupun tentunya tidak dalam bentuk gereja atau struktural... (ditandai dengan penyerahan ‘dayok binatur’ kepada Ka Lapas dan kepada yang mewakili Warga Binaan (diwakili salah seorang Warga Binaan didampingi MP2). Juga diserahkan bingkisan natal kepada Warga Binaan. Kemudian doa untuk makan bersama (dan ketika nasi kotak dibagikan, Warga Binaan menerima dan makan di ‘kamar’ masing-masing, tamu makan di teratak. kemudian Warga Binaan gabung lagi). Dilanjutkan dengan acara hiburan... awalnya hanya lagu-lagu rohani, kemudian atas bisikan MP2 berlanjut dengan lagu lainnya... poco-poco, dangdut Melayu... dan MP1 dan Ka Lapas berjoget sehingga para Warga Binaan ikut ke arena joget... Lalu, setelah cukup lama berbaur dengan para Warga Binaan, Sekjen GKPS meninggalkan tempat acara didampingi Ka Lapas (Ephorus dan para Pendeta lainnya sudah lebih dulu pulang... mungkin utk beri kesempatan acara bebas). Kamipun meninggalkan tempat acara.... dan sebelum keluar dari Lapas, kami ‘diundang’ MP2 mampir di kantin minum kopi bersama para anakbuahnya (dari ‘luar’ dan ‘dalam’ Lapas...)

19.59.28

MP2: Mama, Natal o/ GKPS tadi menggembirakan bagi Napi, makan siang dan paket bingkisan (Shampoo bbrp sachet, sabun mandi ‘Nuvo’, odol ‘Pepsodent’, sikat gigi ‘Formula’). Seperti biasa sebagian kecil ‘menjual’ bingkisannya untuk beli rokok, atau untuk melanjutkan bermain kartu malam hari. Itulah fakta ‘kemiskinan’ para Napi. Seperti mlm kemarin, aku keliling ke beberapa blok (yg sdh di’kereng’), ngobrol dan bagikan rokok. Besok aku mau data ‘anak harimau’ yaitu mereka yg dibawah umur. dan berusaha mengeluarkan mereka dari sel-nya yg sempit...

20.41.20

aku dpt kaset ‘classics the soul’ dari nissa. thanks. aku juga diberi susukkara dari ephorus, dan di tulis: ‘untuk adikku’, dan aku diberi anggur asli jerman dari rumanja. david beri aku jeruk dan rokok u/ dibagikan, benly beri aku bibit sawi, kangkung dan bayam serta 100 batang potongan bambu u/ memagari bibit melinjo dan rambutan yg sdh kutanam... dan besok pagi-pagi juntak (driver) janji bersedia antar mie kuning u/ sarapan... puji tuhan...

24/12/05 21.17.37

MP1 keMP2: (Fwrd. Tuppal Psrbu, Jkt) U-Lawei M; Kami sekeluarga menyampaikan SALAM, dan SELAMAT HARI NATAL, di iringi Doa, Lawei dan semua kel. sehat2. Harapan kami, Lawei Kuat dalam segala pergumulan, dan saat yg indah akan TUHAN berikan semua jawaban DOA kita kepadaNYA. Kami sdh kirimkan sms melalui Besan. (kel.tmp.)

10:22 PM

SP (email): Halo MP1, Dari Jerman saya terus mengikuti laporan dari BATAM dengan baik. Puji Tuhan bahwa semua kita diberi talenta untuk mengkomunikasikan suka duka kita kepada kita sesama dan kepada khalayak ramai. Kalo recordsnya semua bagus nanti bisa dibuat buku berjudul LAPORAN DARI LAPAS untuk mengimbangi Laporan dari Banaran alm TB Sim yang notabene idolanya mp2. ...(cut)... Sekian kesan dari tempat nan jauh dari Jerman. Mungkin mp2 juga baik belajar sahap simalungun di lapas sehingga dia kental bahasanya. Sebagai politisi baik sekali kalo kita dekat ke masyarakat melalui bahasa. Selamat Hari Natal ma banta ganupan. sp

23.22

MP1 ke MP2: SELAMAT NATAL. Kami natal jam 17.00 tadi di GPIB. Konon natal di gereja suku juga jam 17.00 mengantisipasi teror bom. Jadinya ‘Sore kudus, sunyi senyap...’ Gimana suasana natal di Batam? Apakah natalmu berkeliling lagi dari sel ke sel sambil ngasi rokok hadiah natal?

21.50.51

MP2: (terima terlambat) Malam ini kalian ke Gereja (?). tapi kami nggak mau kalah... Pdt Bonar Tobing bersedia dtg jam 23.00 lalu (atas seijin Kalapas) aku pasang Keyboard dan Sound System yg diarahkan ke blok-blok. Kami akan kebaktian dan renungannya akan masuk melalui celah-celah jeruji – bagi setiap mereka yg menyerukan dan menyambut kelahiran Yesus di hatinya... Selamat Hari Natal (mariMPurba)

(pesan singkat dari Batam tersebut di-forward ke Pdt Jaka yg kebetulan kirim sms natal ke MP1)

00.29

MP1-MP2: (Fwrd sms Pdt Jaka) Kiranya urapan KRISTUS menjamah setiap hati yg mendengar firman dari hambanya pdt blt yg pernah jadi coach rohaniku. dimuliakanlah DIA yg rindu pd hati yg mau dibaharui.

25/12/05

MALAM NATAL DI BATAM

Setelah kebaktian minggu natal di GPIB, lalu berkunjung ke rumah Tamsah yang lagi sakit akibat daya tahan tubuh merosot (keadaannya sudah mulai pulih dalam arti tidak ada lagi kulit yang mengelupas, sudah kering dan bekasnya tumbuh kulit baru, masih kehitaman), lalu menghadiri undangan makan siang Ny. Simarmata br Gonrong yang cucunya menerima baptisan kudus, kami ke Batam sore hari.

Setibanya di Batam kami langsung dipersilahkan masuk, semua pintu (yang berlapis-lapis) sudah dibuka lebar untuk kami, penjaga sepertinya tidak perlu tanya siapa-mau kemana, sepertinya lebih mudah dibandingkan dengan bertamu ke rumah dinas Walikota....

Di ruang tamu sudah menunggu Jumpatuah/Lydia & 3 puteri + 1 puteri yang baru datang dari Medan. Dalam rombongan kami ada Ryan dan Mamanya, Ichtus, Kamaria. Ruang kantor (yg difungsikan sebagai ruang tamu khusus utk kami) jadi ramai. Tak lama kemudian, ‘sang anak kos’ muncul dari pekarangan lapas. Saat melewati pintu pagar pekarangan, Martin menyongsong Tulangnya di tengah hujan rintik-rintik, disusul oleh Ryan yang juga baru pertama kali berkunjung ke lapas (setahu mereka, tempat itu adalah penjara, dan jika diterangkan bahwa itu adalah Lapas, dikiranya bohong...).

Sementara ‘anak kos’ ngobrol dengan ‘tamu’-nya, aku menyempatkan diri ngobrol dengan Pegawai Lapas bermarga Lubis dan beberapa warga binaan – ingin dengar sendiri peristiwa malam natal di tempat itu. Dari pembicaraan itu aku mendapat gambaran sbb.:

Tengah malam, tepatnya selepas jam 24.00 tgl 24, kebaktian natal dimulai. Pemimpin kebaktian, yakni Pdt Bonar L. Tobing, memimpin kebaktian dari ruang tamu. Jemaatnya berada dibilik sel masing-masing di balik terali besi. Jemaat sudah memegang acara kebaktian natal yang dibagi sebelumnya, ditambah lilin natal, masing-masing sepotong (satu lilin dipotong dua agar semua kebagian). Melalui pengeras suara, Pdt Bonar memimpin kebaktian natal dan menyampaikan Firman Tuhan, dan disambut jemaat di seberang lapangan sana, dari balik terali besi. Lalu lilin pun menyala, kerlap kerlip dari seluruh barisan sel yang mengelilingi lapangan seluas lapangan sepak bola... di tengah malam yang sunyi senyap.

Masih kurang yakin akan gambaran kekhidmatan yang kuterima, aku bertanya kepada salah seorang warga binaan, ‘Kau ikuti natal tengah malam tadi...?’ Jawabnya, spontan:’Ikutla, Pak. Semua kami mengikutinya... sayangnya kami nggak ngumpul, hanya mengikuti dari sel masing-masing.’

Dari sumber lainnya, kuperoleh informasi, Pdt Bonar L. Tobing juga membawa anak-anaknya membantu melayani kebaktian tersebut sekaligus menyumbangkan lagu pujian. (MP1).

26/12/05

MP1-MP2: (Fwrd, email Lily): Tongah, Aku ke Aceh tgl 27-29 Desember (moderating One-day seminar ‘getting the reconstruction and rehabilitation process right: Creating a gender balance)’. Tanggal 29 siang tiba di Medan dan mau langsung ke Siantar kunjungi Marim dan Tongah, baru pulang ke Jakarta. Malam atau besok paginya ke Jakarta (30 Des). Selamat Natal 2005 dan Tahun Baru 2006. Salam, Lily Purba

(Niko e-mail): KESAN-KESAN DI BATAM 20 Des 05:

Diawali menunggu dengan gelisah teman dari Coca-Cola Medan yg mau ditumpangi ke Siantar, aku akhirnya baru keluar htl jam 10.30. Padahal janji awalnya dijemput jam 9. Mempertimbangkan aku hrs kembali ke Medan sore itu juga agar dpt mengejar flight jam 7, temanku ngebut sebisanya.

Janjian sama Bapa dan Mama utk ketemu di batam, jk sdh smp di Siantar. Aku tiba jam 1.15. Masuk dengan sedikit pemeriksaan di pintu pertama, aku sgr melewati pintu kedua menuju ruang pertemuan. Agak kaget juga krn trnyata sdh banyak tamu yang lain disana, slain Bapa dan Mama. Ada Sendi, kak Grace dan Reiner, Ucok, Ernita, Vicky dan Inez, Rita, lalu Amboru Sarmauli, Benli dan istrinya, Inang Godang Lingga dan borunya (aku lupa namanya), dan Ita (adik Grace) serta anaknya. Aku pengunjung terakhir 'pesta' itu.

Tidak menyeramkan kelihatannya, dan jauh dr yg kubayangkan sbelumnya. Mungkin krn prtemuan tsb di ruang khusus yang cukup lebar dan lega.

Dia tdk berubah dari yang kulihat di Jkt, masih dengan ..(cut).. digantung di ikat pinggangnya. Gayanya masih spt Walikota..he3x. Aku bawa majalah Matabaca, kertas Conqueror, program ..(cut).., dan bola pingpong 2 kotak sebagai oleh2 utknya.

Pd satu kesempatan lihat 'kamar' kosnya. Melintasi 1 pintu lagi ke arah sayap kiri, kamar no 10, kamar pertama yang ditemui adalah kamarnya. Luar biasa..seperti kamar kost saja. Dinding oranye, plafon biru, tempat tidur dg busa ckp tipis lebar ukuran king size, buku tertumpuk sedikit berserakan di tempat tidur (dibaca setahun saja semua buku itu blm tentu selesai), tumpukan koran rapi dekat jendela dg kasa nyamuk, kulkas kecil disudut tempat tidur. Di sudut kamar setelah tempat tidur 2x2,5 m, kamar mandi sedang direnovasi dg lantai keramik biru, kloset jongkok yang baru, dan bak mandi berlapis keramik. (He3x, ga apa2 ya kuungkap disini, lbh karena merasa bersyukur kl dia ternyata 'terawat' dg baik)

Katanya boleh berkunjung dr jam 8 smp jam 4 sore. Cukup melelahkan jg jk sepanjang waktu menerima tamu, spt yang dicritakannya selama ini.

Diluar semua yg terlihat, aku mengucap syukur krn Tuhan pelihara dia sekalipun di lapas.

Seperti yang aku baca di rumah: ‘Meskipun krisis telah melemparkan aku ke titik yang paling rendah, namun hatiku sudah berada di puncak kemenangan sebab mataku tertuju kepada Tuhan Yesus yang pernah disalib dan bangkit dalam kemuliaan’.

Aku pulang sore itu juga, ngebut ke Medan, dan tiba on time di Polonia.

27/12/05 14.01.49

MP2: apakah srt urusan mesjid lapas sdh disiapkan amplopnya dan sdh dikirim? u/ mui siantar serahkan lewat SS. u/ wako serahkan ke wkl. wako. u/ bupati ke ZD, u/ dprd siantar ke syirwan, u/ dprd sim. ke syahmidun. jgn lupa satu copy untukku, kuserahkan ke kalapas. ormas islam kirim ke alwasliyah, muhamadyah, pesantren darusalam, bkprmi, dll (kalau nggak cukup dicopy aja). copynya serahkan ke pos metro dan juga sib. tx

16.16.56:

MP1 ke MP2: Kami mau makan siang besok di HUTmu, bawa nasi... (dan dayok binatur ntkmu). Gimana teknisnya?
18.21.49

MP2: besok datang seperti biasa saja (mungkin agak rame karena banyak orang yg mengingat juga ultahku).. besok hut-ku dan hut perkawinan .. parumaen juga harus diberi ucapan selamat .. tx

MP1 ke MP2: Setlh Bp, Mama, Ma Ryan bahas smsmu, kami maklum gak bisa makan bersama di tempatmu... tapi dayok binatur ntkmu & hr perkawinan kami bawa...

28/12/05 10.47

MP1 ke MP2: (Fwrd) Pak, titip sampaikan ‘Slamat Ulang Tahun’ utk Bang MP. INNA

ULTAH 44 & 12 TH PERKAWINAN DI BATAM

MP1 & Mama & cucu2 tiba di Batam jam 12.30 bawa perlengkapan tikar, bungkusan nasi, kereta bayi Elo, dll. Seperti biasa, setelah lapor mau ketemu ‘anak kos’ melalui jendela kecil di pintu, segera pintu dibuka. Karena kereta bayi gak bisa masuk melalui pintu terali yg hanya pas untuk satu orang, penjaga membuka pintu yang lebih lebar.
Di ruang tamu sudah ada dia, sang ‘anak kos’ bersama Rainer dengan Mamanya, Pdt Manurung & Isteri, Ned & Ny. & anak2nya, Albert & Ny. Kemudian menyusul datang Opal & Ny & anak2nya, membawa kue cake dan kue bolu 38 loyang (800 potong) pesanan utk rekan2 ‘anak kos’ dan kami. Juga menyusul Wawan & Ny bawa dayok binatur naik kereta roda dua, beriringan dengan Vikki goncengan dengan Laura. Ruang tamu jadi penuh, ramai, anak-anak duduk di tikar yang dibentangkan karena bangku panjang sudah penuh. Sebagian berdiri sambil menikmati pemandangan di lapangan Lapas.

Setelah dayok binatur di-surdukkon, doa dipimpin Pdt Manurung... lalu makan bersama dengan piring yang terbatas jumlahnya karena tak disangka yang hadir rupanya cukup banyak. (Pdt & Nyonya Pdt makan bersama dari satu piring... Sang Pendeta berkomentar: ini baru HUT Perkawinan, makan dari satu piring kayak penganten...).

Seusai makan bersama, Pdt Manurung memimpin doa syukur. Lengkaplah HUT di Batam...

Tamu lainnya berdatangan. Sebagian gabung dengan kami, sebagian lainnya diterima ‘anak kos’ di kantin.

Ketika akan pulang dan pamit ke Pak Munthe, ‘Lurah’-nya ‘anak kos’ (kasus ganja), dia cerita: Kemarin aku bingung dan terdiam ketika Rainer nanya apakah dia boleh tidur satu malam bersama bapanya di kamar kos bapanya, karena esok harinya bapanya akan ulang tahun...

17.05

MP1 ke MP2: (Fwrd) Bang Marim, selamat ulang tahun. Tuhan Yesus memberkati perjuangan abang. With love from Bali Gidion, Christina and Sebastian

17.09
(Fwrd) 44 thn na salpu tubuh anak dalahi i rmh toko obat Sondi Raya, i goran Opungni M A R I M. Horas ma bam ambia, marmalas ni uhur ma ho mandalani goluhmu. (Terjemahan: 44 th yang lalu lahir seorang anak laki di rumah Toko Obat Sondi Raya, Oppungnya memberi nama MARIM. Ucapan horas untukmu, hendaklah tetap gembira menjalani hidupmu) Asang

22.54.26

(Fwrd, apa saran?) Tongah, aku brkt lsg sekitar jam satu dr polonia. Lsg ke tmp Tongah, ato kemana yg lbh dkt ke lapas? –lily

29/12/05

MP1 ke MP2: (Fwrd, sms Lily) Pak indera nababan yg antar sekalian mobilnya ke siborong borong. Bsk pg di jemput lg,sama2 ke jkt sore. Bsk pg aku brkt dr aceh

MP1-Lily: Ok, baiknya Pak indera nababan antar Lily ke rmh Panggi Ned di jl Pantai Timur. Tapi boleh juga langsung ke Lapas di BatuOnom (arah ke Asahan) karena waktu besuk hanya s/d jam 16.00. (cc. Ned, MP2, Butet)

08.59.39

MP2: Aku tunggu Lily datang, tapi aku nggak mau lihat muka-nya Indra Nababan ..

30/12/05 10.01.44

MP2: Lidya, kalau mau ke Siantar, titip tolong belikan Novel karangan JK. Rowling untuk RAP dgn judul 1) "Harry Potter and The Sorcerers Stone", 2) "Harry Potter and The Chamber of Secret," dan 3) "Harry Potter and The Order of The Phoenix". Tx (Cc. MP-1)

13.13

MP1 ke MP2: (Fwrd Email Martin LSin) Horas ma pak Mansen,
Tarimakasih ma halani bahat barita hun Batam das hubangku; dear do pangalaman on gabe panorang ‘pencerahan’ bani Marim, songon sada fase paima manlangkah use. Pasal "heja" ... (Pesta Buku..)..(cut).. (Terjemahan: Horas Pak Mansen, Terimakasih banyak berita dari Batam disampaikan kepada saya; pengalaman ini bagus untuk masa ‘pencerahan’ bagi Marim, layaknya suatu fase sebelum langkah berikutnya. Tentang ‘heja’ (Pesta Buku) ... cut ...)

13.25

MP1 ke MP2: (Fwrd Email Jaka) salam natal dan tahun baru untuk tulang sekeluarga dn juga salam natal untuk 'anak kost' di batam. mengutip apa yg dikatakan oleh seorang pendoa dan kiranya itulah yg menjadi harapan kita di tahun mendatang: be with HIM, be like HIM, and life for HIM, saya percaya maka pola hidup yg demikian akan menjadikan kita manusia simalungun dengan nilai-nilainya yg ideal, sesuai survey yg saya lakukan, na bujur, basar, sari, janah pentar (Gal. 5:22). horas ma. (Terjemahan: yang baik, ramah, peduli serta pintar. Selamat).

16.24.35

Ruliah ke MP1: Ai o Mansen, saud do hape hu pdnjara Marim ai tene.ai pe hubotoh sedih tumang do huahap ise pe lang mangipuk au .Boi do au mar sms bani mengucapkn slmt hnatal n th baru .Age sonai kuat ho pk gawei da si Paulus pe soppat do ipenjarahon .Mari, kita maafkn saja Kurnia cs , krn Jesus juga sdh memaafkn kita AMEN? (Terjemahan: Hai, Mansen, rupanya Marim jadi ke penjara, saya baru tahu. Saya merasa sangat sedih, tak ada yang menghibur saya. Dapatkah saya sms kepadanya mengucapkan selamat hari natal dan tahun baru. Walau demikian, kau dan ipar (isterimu) harus kuat. Paulus juga sempat dipenjarakan. Man(sen), kita maafkan saja Kurnia cs, karena Yesuspun sudah memaafkan kita. Amen?)

21.21

MP1 ke Ruliah: Ai o Liki, mase nin daohmu, humbani tg 2 ondi do ambia ai mamukkah mamorsan silangni hape sonari pe ase ibotoh ho? he, he, he... Diatei hujai ia paima Natal, ai gabe marnatal GKPS (tar 150 pagori ni 'kuria'ta i LP) tg 22 ondi, Eph marambilan, Sekjen sambutan... dong tar 15 hlk Pandita roh, ai pe ongga isisei GKPS na i LP (na i tutupan). Sitonggohononmu, sonaha ase boi ambia ai martonggo: sasap Ham Bapa dosa ni sidea ai, ai seng ibotoh sidea nabinahen ni ai... Ai ipuk-ipukku bam. (Terjemahan: Hai, Liki, kenapa anda begitu jauh, dia mulai memikul salibnya sejak tg 2 yang lalu, rupanya rupanya baru sekarang anda tahu? Syukurlah dia disana sebelum Natal, sehingga GKPS (sekitar 150 orang anggota Jemaat kita di LP) dapat mengadakan Natal tg 22 yang lalu, yang menyampaikan khotbah adalah Ephorus, Sekjen menyampaikan sambutan... sekitar 15 orang Pendeta datang, itulah untuk pertamakalinya GKPS menyapa mereka yang di LP (yang terpenjara). Doakanlah agar dia dapat berdoa: Bapa, ampunilah dosa mereka itu, karena mereka tidak tahu apa yang diperbuatnya.... Inilah penghiburanku kepadamu).

21.37.32

Ruliah ke MP1: Asal hudingat ambia ai, roh do tong iluhku. Tp dob hubasa sms-mu, aima apoh2 bakku. Pokok doaku ma ia hubaen, songon usulmu ai. Padasma slm holongku bani da. Horasma ambia Tulang. (Terjemahan: Setiap saya mengingat dia, airmataku bercucuran. Tetapi setelah membaca sms-mu, aku terhibur. Akan kujadikan pokok doaku seperti usulmu. Sampaikan salam kasihku kepadanya. Selamat, Tulang).

MP1 ke Ruliah: Anggo sol bam 'Pesan Singkat dari Batam' (Batam=BATuenAM) humbani tg 2 ondi nari, sms bakku email address ni panogolan in, ase hukirim... Marhitei na ibasa ho holi ai, pori pe roh iluhmu, iluh malas ni uhur ma (hira songon na mambasa surat-surat ni si Paulus hun tutupan ... he, he). (Terjemahan: Jika ingin memperoleh ‘Pesan Singkat dari Batam’ (Batam=BATuenAM) sejak tg 2 yang lalu, smskan kepada saya alamat e-mail kemanakan saya, agar kukirim.... Dengan membacanya, seandainya airmatamu mengucur nanti, itu akan menjadi airmata kegembiraan (layaknya membaca surat-surat Rasul Paulus dari penjara... he, he).

21.49.35

Ruliah ke MP1: Anggo huidah bohimu pakon gawei tegar, lambin tarapoh do au. Hujon ma kirim ...(cut)... (Terjemahan: Jika kulihat wajahmu dan wajah ipar yang tegar, saya semakin terhibur. Kirimlah ke ...(cut)... ).

23.09

MP1 ke MP2: (Fwrd email Pia 29/12/05 10.48) Tongah, Titip selamat ulang tahun dari kebun Jeruk ......Semoga makin tegar dan makin bijaksana menghadapi hidup ! kado nya menuyusul nanti ya....he..he.....Si Lily jadi menjenguk M ?

31/12/05

MP1 ke MP2: Kemarin kami hadir di rmh Marialim, Kamaria & Kristanto undang makan bersama tutup tahun, ada band... tapi band tetangga yg kebetulan mamokkot rumah... Ada Amboru Etta (yg baru mabalu), Dia kirim salam. Mama bilang, kalo mau jumpa kau, datang aja, bilang mau ketemu Mrm, di pintu gak dimintai duit... Eh, malamnya Lydia lapor rupanya dimintain juga sore tadi, di pintu 1 10 rb, di pintu 2, 5 rb... ai naha do?

MP1 ke MP2: Tahun depan (tg 01/01 siang) kami ngumpul di Pantai Timur - tradisi manggang-manggang, marhinasumba. Asang juga akan hadir. Kau bisa 'cuti' u/ hadir...? he, he, kan sdh 1 bln, boleh minta cuti dong... Rain aja boleh nginap... (cc Ned)

23.00

MP2 ke Mama: aku dgn rainer keliling bagikan 20 terompet ke beberapa sel. balon kami sediakan beberapa biji. sdh siap ikan 10 kg u/ dibakar, tapi regu jaga ingkar janji u/ keluarkan beberapa orang. akibatnya mereka pukul-pukul pintu membisingkan suasana. mungkin sebentar lagi kami tidur saja. .. selamat tahun baru.

01.01.06 03.00.00

MP2 ke Mama: Jam 22.00 kami dgn Rainer bagikan terompet ke seluruh blok, lalu nyalakan lilin disepanjang gang. Terompet bersahut-sahutan dan 'memaksa' regu jaga buka beberapa kamar. Para tetangga kuminta menggoreng ikan diatas anglo arang, karena bumbu sdh tersedia. Jam 23.50 kami berdoa bertiga dgn Grace, lalu bersalaman dgn banyak orang di pos jaga, dan melanjutkan makan ikan sambil meneguk red wine. Melewati malam dengan ucapan syukur .. Selamat Tahun Baru.

13.41

MP1 ke MP2: Kami sdh di pintu, antri

(Lima menit setelah kirim sms, seorang petugas menerobos kerumunan orang yang berjubel di depan pintu masuk. Petugas menemui kami, dan kami dipandu menerobos kerumunan orang yang sedang antri. Setelah semua rombongan kami masuk, pintu kembali ditutup – tetapi dua pengunjung yang menyusup diantara rombongan kami disuruh keluar, kembali ke antrian pengunjung... kasihan juga dia. Ketika tiba di ruang ‘tamu’, kami menyaksikan baru segelintir pengunjung yang diperbolehkan menemui warga binaan. Karena rombongan kami cukup banyak, kami diterima di ‘ruang tamu’ tersendiri. Tak lama kemudian pengunjung semakin banyak. Sebagian pengunjung menemui warga binaan di teras dan di taman, gelar tikar sewaan...
Ketika Rainer datang bersama Papanya, salaman SELAMAT TAHUN BARU berlangsung. Kemudian Tua (=Nenek-nya) Rainer bertanya kepada Rainer: ‘Rainer disini juga ya. Kasus apa’. Rainer menjawab dengan tenang:’Pembunuhan ayam 5 ekor...’ Konon Rainer sudah 3 hari 3 malam tinggal di Batam, dan kabarnya tanggal 2 baru ‘bebas’ dan keluar dari Batam. Saat kami pulang dari Batam, ternyata di pintu luar masih berjubel pengunjung yang mau menemui warga binaan, menunggu giliran. Dari Batam kami menuju Pantai Timur, menghadiri pertemuan tahun baru. Saat kami tiba, rupanya pesan singkat dari Batam pun datang kepada Ned, minta dikirim nihasumba (=masakan daging khas Simalungun) ke Batam... padahal ketika kami berkunjung tadi, sang ‘anak kos’ sudah makan bersama Rainer. Nihasumba pesanan ‘anak kos’ diantar oleh Viki, dengan sepeda motor.)

16/01/06 21.19.01

MP2: Setelah menang tanding bola Napi vs Tahanan, tadi malam hujan deras, aku cuci kolam. Tidur dan terbangun tengah malam, t'nyata 5 ekor ikan mas megap, diungsikan, diberi asam dan jadi bahan makan tadi siang. Hujan sebabkan kamar bocor (lagi), kabel terbakar TV (Indovision) off. Tadi pagi perbaiki seng, tata ulang kabel baru, isi air kolam, aktifkan pancuran dan mencangkul lobang sampah baru 4x3m, kedalaman 2 m. Sampah di lobang lama siram dgn urea dan garam lalu tutup dgn tanah (percepat proses kompos) dan buat bedeng baru (strategi perluasan lahan). Sore panen Bayam rame-rame dan kirim keluar LP satu bagasi mobil. Sisanya, ikat bayam campur Kangkung dan bagikan ke kamar-kamar di blok lain. Besok sore panen Sawi .. Malam ini dinginkan badan (siang terik sekali, habiskan energi), membaca, dan tidur. Hari berjalan terus, sibuk terus, bersyukur terus .. GBU

21/01/06

Ave ke MP2: ave sama tua opung papa mama dan edsel mau ke bogor. kabar tongah baik kan

kok sms ave gak dibalas. abis pulsa ya?

MP2 ke Ave:
Tongah sehat-sehat, sekarang sdg duduk makan siang di kantin dgn wartawan, dgn inang tongah dan dgn Rainer.... salam untuk inang godang Yuyu, daagg...

Ave ke MP2: iya ave nanti salamin dan salam rindu utk bang rainer dan semua .

24/01/06 16.18.43

MP2: MP1, Sore ini datang Pdt. Armencius Munthe. Dia berikan buku yg diterjemahankannya. Judulnya "Jalan Ke Tahta." Dia janji akan berikan lagi 40 buku u/ tim doa di LP. A. Munthe kirim salam, dan dukung penerbitan 70 thn MP-1 dan juga janji/bersedia tuliskan 'kata pengantar' atau tulisan yang lain dibuku tsb ... Sempat juga dia tanya (sambil senyum-senyum), koq E. Munthe nggak datang?? He..he..

MP1 ke MP2: Diatei tupa ma, roh Pdt. Armencius Munthe. Siholan ma au bani. Age tondongta ia (halani Munthe), tong do martulang ia bakku, ai tulang ni sinrumahni sakkan 'om' Panggabean (paribanku) ondi. Sanggah parmatei ni 'Om' ondi ma parpudi au pajuppah pakonsi i RS Cikini. Jika kau ketemu lagi, kirim salam. (no hpnya gak aktip atau diganti) Serious minta agar A. Munthe nulis tentang MP1 & GKPS (mungkin terkait dgn TtGereja & Peraturan2) utk buku 70 thn MP-1. Jika ada emailmu, aku mau 'lapor' progres buku tsb. (Terjemahan: Syukur, Pdt. A M datang. Saya rindu kepadanya. Walau dia ‘tondong’ kita (karena Munthe), dia selalu panggil Tulang padaku, karena om Panggabean almarhum adalah ‘tulang’ kandung isterinya. Saya jumpa terakhir saat (acara) meninggalnya Om almarhum di RS Cikini. Jika .... dst.)

26/01/06 21.16.12

MP2: Mama, kaki-ku pegal karena (seperti biasa) berdiri dari sel ke sel, ngobrol, Aku suvey kecil-kecilan ttg berbagai soal mereka masing-masing - sbg bahan tulisan. Kesimpulan sementara, kami kekurangan sekitar 100 Alkitab bahasa Indonesia. Siapa berminat menyumbang? Aku sekarang sdg Nonton TV-7, 3 Diva Indonesia. GBU (Cc. MP-1, SP, JP)

10.26.35

SP ke MP2: Halo mp2, saya akan kirim beberapa puluh perjanjian baru yg dulu diminta didistribusikan oleh lawei panSurenny alm. (sp) cc mp1,jp

28/01/06 19.27.00

MP2: Bisik terlalu pelan untuk didengar, langkah terlalu pendek untuk menemui, dan tangan tak bisa meraih untuk bersalaman, tapi hati tetap bertaut demi damai. "XIN NIAN MUNG EN, WAN SE RU YI" Selamat Imlek. Terima kasih (Marim Purba/Grace/Rainer)

31/01/06 20.03.48

MP2: JP, tadi siang tamuku Inang Damertina Srgh, dkk (GKPS Sudirman), kemudian RMG Marbun (mantan Ephorus GKPI) dtg ke LP. Bagaimana komunikasi dgn borunya (Netty Marbun/Bappeda) ttg data yang kita cari? Apa rencana selanjutnya .. Sore ini aku panen Sawi, untuk dikirim besok pagi ke berbagai tokoh masyarakat. Artinya aku telah jalani vonis seumur sawi. Dalam kartu kecil kutuliskan ; "Kami persembahkan dari areal LP Siantar : TOSAKAN/Caisim Bangkok sbg produk kerja, kebersamaan, dan sikap menghargai kehidupan." Sawiku adalah investasi politik-ku ... (Cc. JP-1, MP-1, SP, 5)

12/02/06

MP1-MP2: (fwrd) tulang, tadi jam tuju lnangnya abang pit (Petronius srgh) meninggal di rmh sakit umum & mayatnya dibawa ke bekasi kemang pratama raya blok o no.8 bksi barat. kabari Marim ya tulang dari Ani sbyk.

13/02/06 00.34.01

MP2: setelah lama kemarau dan kering, sore tadi hujan deras, kebunku sawi, bayam, kangkung, yg siap panen minum dgn lahap (besok aku kirim lagi ke banyak orang siantar). aku ngetik 'surat dari enggang 10' edisi ke 5, untuk dibagikan lagi ke seluruh kamar. setelah nonton liga inggeris di espn, aku terbangun karena sms, lalu dengarkan konser elton jhon, menunggu live liga italia juve vs inter ... salam duka untuk petronius. tx

26/02/06

MP2: karena aku dianggap terlalu kritis, pejabat lp 'bingung' menghadapi. akhirnya dihambat sana-sini, dan komputer dilarang masuk, tapi aku curi-curi mengetik dan menerbitkan 'surat dari enggang 10', difoto copy, dan kubagikan ke seluruh sel di semua blok. sekarang sdh edisi vii, dan pena-ku sdh semacam pedang kesana-kemari - kedalam memuji para napi, dan keluar mengkoreksi sistem penjara. mungkin aku tetap perlu 'permainan' supaya aku tetap 'hidup' ....

02/03/06

MP2: Sebulan terakhir kami tegang dgn Manajemen LP. Peran dan ide-ku disalahartikan dan peraturan diperketat sampai terasa dampaknya ke Napi lainnya. Awalnya adalah 'bentrok' diantara manajemen puncak, dan soliditas pegawai runtuh. Lucunya, para Napi ramai disekelilingku, tapi beberapa pegawai justru menghindar dekat dgn-ku, khawatir ikut terkena 'bola panas'. Sikap tenangku thd 'tekanan' malah membuat pegawai tambah bingung .. sampai akhirnya utusan Kanwil datang tadi siang. Berikut SMS-ku ke Parumaen ..
'Mama, tadi siang aku dipanggil Ka.LP, menerima tamu yaitu Azis Purba (ternyata mantan Voorhanger GKPS Tarutung, eks Kalapas Tarutung, eks Kalapas Siborong-borong, eks Kalapas Binjai, dan sekarang Korbid Pemasyarakatan Kanwil mengurusi Kemananan, Pembinaan dan remisi-remisi LP se Sumut). Abangnya di Pekanbaru, 'sepengambilan' dgn Dharma Sigumonrong Green Garden-Jkt? Dia dtg (dgn tim) penugasan Kanwil, khusus memeriksa KPLP. Penilaiannya: Ka.LP orangnya terlalu taat aturan yg menyebabkan 'kurang berani melakukan terobosan.' Sementara KPLP (pernah anak buahnya di Binjai) dinilainya profil yg membuat susah pimpinan, dan suka bikin instabilitas lalu mengambil 'keuntungan' dari suasana tsb .. (Cc. JP-2)'
Kesimpulan pertemuanku dgn Bang Azis, dan Harianja (4 jam): 1) KPLP tlh 'menyumbat' info ke Ka.LP dan melempar soal yg menjadi kewenangannya ke pimpinan. Akibatnya banyak aspirasiku yg (terkesan) 'tersumbat' oleh Ka.LP. Aku minta maaf atas sikap kita yg 'terlalu keras' dan membuatnya 'takut'. 2) Ka.LP sementara ambil alih tugas KPLP karena ybs 'memaksa off' (akan sengaja 'dilepas 1-2 hari ini) sampai pelantikannya di Medan. Beliau & Azis tanya pendapatku soal figur Plh. KPLP. Sementara mereka cari KPLP definitip yg aspiratif 3) Azis janji bicarakan khusus ke Kanwil ttg calon KPLP (aspirasi mereka sama, yaitu Simon Sembiring - dan aku tdk keberatan), dan janji bikin Siantar jadi 'nyaman.' 4) Jika KPLP 'bisa atur semuanya', maka Ka.LP janji tak campuri lagi soal 'dibawah.' 5) KPLP sdh diperiksa oleh Tim dan hasilnya 'buruk.' 6) Azis usulkan ke Ka.LP agar aku dijadikan 'tamping khusus' spy bebas (tanpa terlihat istimewa) dan jadi 'jembatan' antara manajemen LP dgn warga .. Demikian info. Tx (Cc. JP-2)

MP1-MP2: Semoga KPLP pengganti bisa jadi partnermu membina warga. KPLP ke Medan sebagai apa?. Simon Sembiring itu siapa, orang situ atau dari LP lain? 'tamping khusus' itu apa? Abang si Azis (paribannya Darma, laweinya Sinaga Camat Parapat dulu) adalah kawan Bapa ketika Bapa Ketua Umum Pemuda GKPS, dia Ketua. Lalu dia pindah ke Riau, kemudian Anggota DPRD (fraksi ABRI?) disana. Kata Mama dia sudah almarhum, apa ya? Rasanya saya tak sempat kenal Aziz. (Cc. JP-2)

MP2: 1) KPLP jadi Ka.TU LP Kls. I-A Tj. Gusta (naik ke Ess III-B). 2) Simon Sembiring eks Plh. KPLP Siantar yg akrab dgn Napi dan 1,5 thn tlh berhasil bersihkan 'preman-preman'. Isterinya perwira Polwan Polres Simalungun (Kapolsek Tiga Dolok, boss-nya Sinurat suami Pida), dan keduanya sdh pindah ke (LP) Lubuk Pakam. 3) Tamping, artinya 'pekerja di LP' dgn SK. Ka.KPLP 4) Apakah Abangnya Azis 'sepengambilan' dgn yang lain? Soalnya, dia tanya "Harris anaknya Bapa Saridin dimana sekarang?" ...

MP1 ke MP2: Jika jadi 'tamping khusus' dan jadi 'jembatan' antara manajemen LP dgn warga (binaan)... waktunya utk dalami filosofi 'pemidanaan' dan 'pemasyarakatan' (KUHP vs UU Pemasyarakatan yg konon KUHP/Barat/ vs orisinil Indonesia / Pancasila; pidana (hukuman?) & pemasyarakatan vs pencabutan seumur hidup HAM dibidang politik seperti kasusmu... (UU Pemsyktn vs UU 32 Pem Da.). Belum lagi praktek 'pembinaan' yg kalian alami:bina jadi lebih 'jahat' atau bina jadi manusia (memanusiakan manusia - TB Sim).

MP2: aku perlu ketentuan buku-buku ttg penjara, dan uu 12/1995 ttg pemasyarakatan (kompas, 2/3, hal 2 kolom 1 ... Tx

MP1 ke MP2: Mungkin uu 12/1995 ttg pemasyarakatan ada di 'pepustakaan' LAPAS... Atau minta aja sama Azis? File .pdf uu 12/1995 ttg pemasyarakatan telah kukirim via email ke SP utk diprint out dan kirim ke Batam. Ku-download dari www.legalitas.org. PPnya bisa cari di website itu. (cc SP)

Reiner ke MP1: Kami baik2 dlm 'ANUGERAH'-NYA. MP sehat & makin sibuk buat buletin utk di LP, kdg tamu2nya minta juga. Ongkos cetaknya 60.000 1X terbit, sebln 3-4X, tp saya sarankan 2X/bl krn hrs nabung utk Rai msk SMP. Dia juga persiapkan diri utk jadi petani, sdh ber-X panen sawi, kangkung & bayam. Skrg cabe, berorientasi bisnis. Kulitnya sdh coklat tua terbakar matahari kalo berladang. Doakan agar ladangnya diberkati & hslnya melimpah. GBU. Salam utk ompung dr Rai.

03/03/06

MP2: 'Surat dari Enggang10' sdh Edisi ke VII, tapi Napi/Tahanan terus menerus tak sabar menunggu edisi berikutnya... Padahal tiap edisi 150 eks (beberapa lembar per sel). Aku akan kirim disketnya. Sekarang tanamanku bayam, caisim bangkok, bawang batak, daun sup, jagung, dominan kangkung (ribuan), dan cabe 530 batang (pakai plastik mulsa), berikut kotak proses bokashi padat. Semuanya diberi plang nama-nama latin-nya. Lahan 2 rante. Pohon cabe dlm polibek besar di rumah Rainer 212 batang. Target minggu ini, perbaikan draft questioner untuk seluruh Napi, penelitian ttg 'persepsi thd (kinerja) penjara' dan 'persepsi ttg (kinerja) hukum/keadilan'. Demikian sekilas info .. (TDR, NP, Yy)

05/03/06

MP2: 7 file sdh dikirim ke mansenpurba@hotmail.com dari prayer.123@hotmail.com, isinya tentang 7 edisi surat dari enggang10. selamat hari minggu .. Peraturan ttg pemasyarakatan sdh tiba. Edisi berikutnya akan dikirim lagi.. Tx

06/03/06

MP1 ke MP2: Bapa sudah baca 1, 2 surat dari enggang 10. Gimana kalo kupajang (simpan/publish) di blog? Di blogku 'Lopou' atau 'Barung-Barung'? Atau buka blog baru dgn nama....? Atau: Boleh nggak dipilih beberapa utk diselipkan di website Barita Simalungun (nya Enos Purba par Nagoridolok, independen)?

MP2: Ok. Do the best

07/03/06

MP2: Karena kujanjikan akan memuat puisi-puisi Napi, maka sudah beberapa naskah puisi mereka dikirim ke kamar - untuk terbitan edisi berikutnya. Tentu akan ku-edit sedikit. Isinya bermacam rupa (dgn tulisan tangan yg susah dibaca); narasi sedih, gembira dan lucu... Mari mengubah dunia dengan puisi...

MP1 ke MP2: Khusus pengguna bahasa lokal, ada baiknya ditampung. Apalagi jika belum biasa ungkapkan hati dgn Bah Ind... misalnya: merasa sakit, diungkapkan dengan 'inang ou', kecewa: 'eheh' dst.

MP2: Ok. No problem..

13/03/06

SP ke MP1: Sekarang rame ttg pemeriksaan Lingga di koran siantar. Nama Marim nampaknya lebih baik krn dulu korban konspirasi. Ntar saya salin beritanya di barsim.com dan ku sms kalo sudah

20/03/06

MP2: 1) Minggu pagi 119 ikat sayur (sawi, bayam, kangkung) didrop ke GKPS-GKPS sepanjang jalan dari BahKapul (Siantar) sampai ke Raya dan terus ke Purba. Pesannya; 'dari MP untuk dilelang, dan uangnya agar dipakai membantu pembinaan Sekolah Minggu.' 2) Siangnya, LP dilayani GKPS S'sngmrdja, kuberi bingkisan 10 ikat kangkung, kuminta dilelang diantara mereka, dan hasilnya untuk bantuan perbaikan/pembelian alat musik di LP. Hasilnya Rp. 1,8 juta cash. Puji Tuhan ... 3) Tadi siang 20-an inang-inang dari UPAS 'mambere mangan' minta didoakan/restu 'merebut' areal Tj. Pinggir, dan masing2 kuberi sayur. 4) Besok kuedarkan/dijual salep 'Hirtah MP' buatan Depot Obat Sigumonrong untuk Napi2 yg sakit kulit. Semoga Oppung Obat maklum, sebab aku perlu biaya bibit dan pupuk .. Tx

31/03/06

MP1 ke MP2: Srt dari Enggang-10 edisi I-V sudah dipajang di http://spaces.msn.com/members/mansenpurba. Mana edisi VI dst?

MP2: Ok, 'surat dari enggang' edisi berikutnya akan dikirim Rainer menyusul .. Siang ini Rainer final tanding tennis meja, kemarin 3 hari dia retreat di Prapat, group-nya juara sepakbola. Badannya sdh 'bongsor' .. Kemarin kami main ping pong di LP. Kemarin juga aku suruh Ryan dan Ello dtg ke LP, dgn Mama-nya (tanpa Papa-nya). Tx

MP2: Ytk. DP; Usdek dan temannya datang ke LP siang ini, mengkonfirmasi akan membuat surat panggilan pemeriksaan sbg saksi, dalam kasus Notulen Palsu (LN). Mohon komentar. Tx (Cc. MP-1, JP, GC)

MP1 ke MP2: Sbg saksi dalam kasus Notulen Palsu (LN).... mungkin sebagai 'yg mengalami' (korban) penggunaan surat yang dipalsukan... Bukan saksi yg 'lihat/dengar' perbuatan memalsukan. Mungkin diperlukan unsur 'merugikan' dlm delik tsb. (saya sudah lupa unsur2 delik 'pemalsuan srt').

MP2: Sbg saksi dalam kasus Notulen Palsu (LN).... mungkin sebagai 'yg mengalami' (korban) penggunaan surat yang dipalsukan... Bukan saksi yg 'lihat/dengar' perbuatan memalsukan. Mungkin diperlukan unsur 'merugikan' dlm delik tsb. (saya sudah lupa unsur2 delik 'pemalsuan srt')/MP-1. (DP/JP/GC, MOHON TDK KE PERS, SEBAB IMAGE 'BALAS DENDAM' TAK BAIK UNTUK PUBLIK. MENURUT SAYA PEMERIKSAAN MP-2 SBG SAKSI PERLU DIPERSIAPKAN PERTANYAAN DAN JAWABANNYA AGAR 'MENGARAH' PADA DELIK PEMALSUAN. BISAKAH?) tx

MP2: Sendi/Nita, Seraya menunggu uluran tangan orang lain, saya usahakan dari teman lain mendahulukan bahan perbaikan Gereja LP (Lapas tlh memberi mandat ke saya). Berbagai bahan/material sudah dikirim, dan aku sdh bayar Rp. 800.000,- Jika ada yg mengulurkan tangan, mohon diteruskan ke saya, sbg pengganti biaya tsb .. Rencananya Gereja tsb dibuat 'lebih cerah' (eksperimen warna). (Cc. MP-1) Tx

05/04/06

MP2: MP-1, 1) Minggu lalu Rainer retreat ke Parapat/Patra Jasa. Main sepakbola group-nya juara. Kemudian Tenis Meja berada diatas teman-temannya. Hari Minggu lalu pengumuman dan dinyatakan Juara II lomba pidato Bah. Inggeris. Bulan Maret ini dia ranking 5 (turun dari ranking 3). Lukisannya yg digantung di kantin LP masih satu, belum bertambah. 2) Kemarin lusa perang massal di Sondi, antara Sinar Raya vs Permosi/Sepadan, 3) Besok aku beri keterangan di LP (selaku korban) kasus Notulen Palsu (aku tak mau ke kantor polisi, nanti jadi heboh). Malam ini kusiapkan bahannya. Apa delik memalsukan yg bisa menggiring LN? (Cc. GC)

18/04/06

MP2: Blog baru? Do the best, lagi! Notebook-ku rusak programnya. Opal sdg perbaiki, dan setelah itu aku teruskan menulis lagi. Waktuku banyak tersita kepentingan publik .. (hampir seperti pelaksana Kalapas).

21/04/06

MP1 ke MP2: Blog Enggang 10 (http://enggang10.blogspot.com) telah diluncurkan hari ini ...cut... Blog tersebut dimaksudkan utk tempat srt & pesan singkat anak kepd ayahnya. Hari ini 3 srt dari Enggang 10 diluncurkan (dimulai dari penjara ke penjara), bagus, tampilan menarik. Coba suruh diprin-out agar kau bisa lihat. (bersambung...). cc 1, 5, 6. JP2, SP

(sambungan) Yang sudah ada di kami baru ed I-V, dan akan dipajang di blog; harap kirim ed berikutnya... dan tulisan lainnya. ...cut..Dan harap pertimbangkan, boleh nggak di'terbitkan' 'Pesan Singkat dari Batam'? Jika menyalahi 'aturan main' LP dan berdampak negatif terhadap 'pembinaan'mu, bisa saja sekarang belum dimuat, mungkin kelak setelah 'pembinaan' selesai. (Psn Singkat tentang distribusi hasil kebun belum kukirim). cc. JP2

22/04/06

MP2: Gagasan ttg Blog Enggang cerdas. Teruskan saja, menurutku tak ada dampak yang serius. Hanya orang cerdik pandai yang suka baca Blogger orang, dan mereka yang cerdik pandai setidaknya nggak 'usil' mempermasalahkan adanya produk tulisan dari Batam. Justru menarik jika dipublish ketika aku di LP, agar responnya lebih orisinil .. Besok (aku prakarsai) hadir dokter-dokter RSU untuk ibadah paskah dan melayani pengobatan massal di LP .. Malam ini aku harus tidur cepat (setelah main catur 5 papan), karena baru pulih dari demam. Lagipula tak ada siaran sepakbola .. Goodnight.

MP1 ke MP2: Pesan Singkat dari Batam boleh dipublish?

MP2: yes ..